Sports

Bulutangkis Indonesia Nirgelar di Eropa, Taufik Hidayat Bingung

Spread the love

Dominasi Meredup, Indonesia Pulang Tanpa Gelar

iNews Game Sport – Turnamen bulutangkis di Eropa tahun ini menarik perhatian pecinta olahraga tepok bulu di Tanah Air. Hasil yang diraih atlet Indonesia tidak sesuai harapan. Sebagai salah satu kekuatan besar bulutangkis dunia, Indonesia gagal membawa pulang gelar juara dari rangkaian turnamen di Benua Biru. Padahal, beberapa pemain unggulan di turunkan, termasuk dari sektor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran. Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi tim Merah Putih, mengingat sebelumnya Indonesia sering mendulang prestasi di kompetisi Eropa.1

Taufik Hidayat Heran dengan Performa Atlet Indonesia

Legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat, ikut menyoroti hasil kurang memuaskan yang di raih para pemain di turnamen Eropa. Ia mengaku bingung melihat performa atlet Indonesia yang di nilai tidak konsisten. Menurutnya, para pemain seharusnya bisa bersaing lebih baik, terutama di turnamen yang tidak di ikuti oleh banyak pemain top dunia.

“Jujur saya bingung melihat performa mereka. Indonesia selalu punya sejarah bagus di Eropa, tetapi kali ini tidak ada satu pun gelar yang di bawa pulang,” ujar Taufik Hidayat.

Taufik menilai kegagalan ini di pengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya daya juang, strategi yang monoton, dan adaptasi yang kurang optimal terhadap kondisi lapangan serta shuttlecock.

Evaluasi Besar Di Butuhkan Jelang Olimpiade Paris 2024

Kegagalan ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan PBSI, terutama dengan semakin dekatnya Olimpiade Paris 2024. Jika performa atlet tidak segera di perbaiki, maka peluang Indonesia untuk meraih medali emas di ajang olahraga terbesar dunia itu bisa terancam.

Beberapa sektor seperti ganda putra dan tunggal putra yang biasanya menjadi andalan justru tampil di bawah ekspektasi. Oleh karena itu, tim pelatih perlu mencari solusi agar para pemain bisa kembali ke performa terbaik mereka.

PBSI diharapkan segera membenahi strategi, memperkuat mental bertanding, dan meningkatkan daya tahan fisik atlet agar lebih siap menghadapi persaingan, terutama dengan banyaknya turnamen sebelum Olimpiade. Jika tidak, Indonesia mungkin harus menghadapi realitas pahit tanpa gelar di turnamen-turnamen besar mendatang.

Anda mungkin juga suka...